Regenerasi Duta FAHUM 2026: Melihat Kesiapan Wajah Baru Representasi Mahasiswa FAHUM

0


Sumber: Dok. Panitia

Memasuki akhir periode, Paguyuban Duta bersama Dema FAHUM UINSA kembali menggelar audisi untuk menyeleksi bakal calon anggota pagayuban sebagai salah satu upaya regenerasi. Semangat kreativitas menyelimuti lingkungan dalam acara seleksi yang menggabungkan tes wawancara dan pertunjukan bakat. Acara ini diikuti oleh 19 peserta dari berbagai prodi di Fakultas Adab dan Humaniora pada Sabtu (25/4).

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi wawancara untuk menggali motivasi dan potensi diri mahasiswa yang dipandu oleh senior Duta Fahum. “Salah satu alasan saya mengikuti tes ini adalah untuk melatih skil komunikasi dan sebabagi sarana pengembangan diri,” ungkap Mamat, salah satu peserta.

Seusainya sesi wawancara, kemeriahan suasana semakin bertambah dengan adanya pertunjukan bakat di depan juri yang terdiri dari dua dosen profesional Fakultas Adab dan Humaniora. Penampilan yang beragam, mulai dari pembacaan puisi, storrytelling, bernyanyi dan lain sebagainya, menambah antusiasme peserta yang mengikuti acara.

Mamat menambahkan bahwa meski ia sempat diliputi rasa gugup, ia dan peserta lainnya tetap berusaha untuk menunjukkan peforma terbaik. “Acaranya keren, seru, dan penampilan teman-teman yang lain juga luar biasa,” imbuhnya.

Ahmad Ilham Firmansyah yang menjadi penanggung jawab acara, menceritakan beberapa kendala yang menyertai persiapan teksnis acara. Miskomunikasi antara panitia yang diambil dari Paguyuban Duta FAHUM dan Dema FAHUM menimbulkan koordinasi yang kurang baik sehingga menyebabkan kurangnya pemerataan jobdesk antar panitia. Selain itu, kendala klasik di UINSA seperti kemoloran acara dan peminjaman ruangan yang ribet juga menjadi tantangan yang masih sering sebagaimana yang didapati dalam acara ini. Jalur keunangan yang belum mendapatkan kepastian dari pihak dekanat juga menjadi PR utama dalam hal pendanaan.

Kendala-kendala yang ada tidak mengganggu harmonisasi acara. Bahkan, acara ini bisa dikatakan lebih meriah dari Pemilihan Duta FAHUM periode sebelumnya. Ilham mengatakan bahwa adanya sesi interview dan penampilan bakat di rangkaian acara Duta FAHUM tahun ini membuat acara ini tidak monoton, lebih meriah, dan meningkatkan antusiasme peserta acara.

Tahun ini, serangkaian acara pemilihan Duta Fahum dimulai dari tahapan seleksi administrasi yang diikuti oleh 20 peserta. Satu peserta yang tidak lolos dalam seleki administrasi, otomatis tereliminasi dan tidak bisa mengikuti technical meeting dan tahapan kedua yang rampung di gelar hari ini. Dua belas peserta yang nantinya lolos dalam tahap kedua, akan masuk ke babak Grand Final berupa talent show sebagai finalis yang akan digelar pada Mei mendatang.

Meskipun dinaungi Dema Fahum UINSA, panitia mengharapkan Paguyuban ini bisa mendapatkan kejelasan status dari pihak dekanat supaya memudahkan mereka dalam mengadakan kegiatan. Ilham juga berharap, enam putra-putri FAHUM yang nantinya terpilih untuk memakai selempang duta ini mampu menjaga marwah serta nama baik Paguyuban, dan menjadi representasi mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora.

 Penulis & Penyunting: Zidan As'ad

Posting Komentar

0Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman anda! Learn More
Accept !