Aliansi Peduli Mahasiswa UINSA Kampus 2 turut menyoroti sejumlah persoalan dalam tuntutan 1+7 yang disuarakan dalam rangkaian aksi mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya (22/9). Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora berinisial AB mengatakan bahwa pihak Aliansi Peduli Mahasiswa mendukung tuntutan 1+7 karena sejumlah persoalan yang disampaikan juga dirasakan di fakultas. Persoalan tersebut meliputi fasilitas, pengelolaan Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta kebijakan jam malam.
“Dari tuntutan 1+7 kemarin kita setuju juga, di fakultas kami juga mengalami hal yang sama,” ujar AB.
Menurut AB, beberapa perwakilan mahasiswa dari fakultasnya sebelumnya sudah mengikuti konsolidasi bersama organisasi mahasiswa di tingkat universitas. Selain itu, pihaknya juga berencana membahas tuntutan 1+7 melalui kajian yang hasilnya akan dituangkan dalam bentuk tulisan dan diunggah melalui media sosial. Langkah tersebut dilakukan untuk meluruskan narasi mengenai aksi sekaligus menyamakan pemahaman mahasiswa terhadap tuntutan yang disuarakan.
Di sisi lain, AB mengatakan penyegelan kampus akan tetap dipertahankan hingga tuntutan utama terkait pergantian kepemimpinan rektor terpenuhi. Ia menyebut tidak ada indikator lain yang menjadi dasar pencabutan penyegelan.
“Komitmen kami untuk penyegelan ini itu sampai Muzakki lengser,” katanya.
Terkait imbauan untuk tidak mengikuti perkuliahan, AB menjelaskan bahwa pihak fakultas tidak mengeluarkan surat tersendiri. Pihaknya hanya meneruskan imbauan yang sebelumnya dikeluarkan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U).
AB juga mengklaim adanya keresahan dari sejumlah dosen FAHUM terhadap kondisi selama kepemimpinan Muzakki. Ia menyebut jumlahnya hampir mencapai 80 persen berdasarkan informasi yang didengarnya secara pribadi, tanpa menyebutkan identitas dosen yang dimaksud.
Sementara itu, menanggapi kritik terhadap penyegelan yang dianggap mengganggu aktivitas kampus, AB menyebut tindakan tersebut merupakan bentuk protes untuk mendapatkan perhatian terhadap tuntutan mahasiswa. Ia mengatakan pihaknya tetap berupaya menyamakan pemahaman mahasiswa mengenai tuntutan 1+7.
Reporter: Iwang Harianto
Penulis: Usi Al Falach
Penyunting: Zidan As'ad
