Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Fakultas Adab dan Humaniora telah sampai di penghujung acara tepatnya pada Kamis, (13/08). Kegiatan diawali dengan pengenalan sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), yaitu Ishad, LPM Qimah, Sabda, dan Moesad. Pengenalan tersebut disampaikan oleh perwakilan dari masing-masing UKM. Setelah pemaparan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada mahasiswa berprestasi oleh dekanat sebagai bentuk apresiasi untuk mereka yang mendapatkan nilai baik.
Di balik pelaksanaan kegiatan tersebut, terdapat proses persiapan yang dilakukan oleh panitia, khususnya divisi acara. Alya Nurul Ramadhani selaku anggota divisi acara menjelaskan bahwa persiapan dilakukan melalui rapat divisi yang biasanya dilaksanakan dua minggu sekali. “Jika membutuhkan rapat tambahan, kami mengadakan rapat tambahan,” ujar Alya.
Menurutnya, beberapa kendala seperti miskomunikasi juga sempat terjadi selama proses persiapan. Namun, kendala tersebut dapat diatasi dengan memberikan arahan secara langsung satu sama lain.
Tak hanya itu, terdapat ice breaking yang diberikan panitia agar mahasiswa baru tidak cepat bosan . Mereka meminta perwakilan dari mahasiswa untuk maju menyanyikan sebuah lagu. Suasana semakin seru ketika beralih ke snack ceria dimana pada saat itu mahasiswa baru membawa snack dengan clue yang diberikan oleh panitia, jika mereka salah akan mendapatkan hukuman.
Pembagian hadiah juga diberikan oleh mahasiswa baru yang penugasannya mendapat nilai terbaik. Kemudian dilanjut dengan sharing session guna menyampaikan kesan dan pesan dari mahasiswa baru selama tiga hari menjalani kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).
Moh. Saputra Roshan, mahasiswa baru Program Studi Sastra Inggris, turut menyampaikan kesannya selama mengikuti PBAK. Ia mengaku sempat terkejut karena kegiatan yang dijalaninya di luar perkiraan. Sebagai mahasiswa yang berlatar belakang pesantren dan terbiasa membaca novel, ia mengira kegiatan PBAK akan berlangsung berbeda. Namun, menurutnya, para kakak tingkat memberikan arahan dengan baik dan bersikap ramah.
“Kendala kecil juga kerap terjadi, seperti mahasiswa yang datang terlambat dan beberapa mahasiswa yang menggunakan atribut tidak lengkap. Selain itu, sarapan yang dibawa juga harus sesuai dengan clue. Jika tidak sesuai, akan diberikan hukuman. Satu kata untuk PBAK, josjiss,” ujar Saputra.
Acara semakin berkesan ketika Ishad menampilkan lantunan sholawatnya, Sabda menampilkan drama serta tarinya, ditambah dengan Moesad yang memainkan musiknya. Ketika semua penampilan UKM selesai mahasiswa digiring oleh panitia menuju lobi depan untuk melantunkan chant bersama. Drum dipukul kuat-kuat, mahasiswa baru diarahkan untuk membentuk sebuah lingkaran besar, smoke bomb warna-warni dinyalakan, serta panitia mengeluarkan suaranya dengan lantang membuat seluruh penghuni kampus ikut bersemangat. Tak lupa lagu sayonara dinyanyikan pula, mengingat hari ini merupakan hari terakhir kegiatan Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK). Saat semua telah selesai dilakukan penutupan dan dilanjut foto bersama dengan kakak pembimbing dari masing-masing kelompok.
Penulis: Cikka Esa Karunia
Penyunting: Zidan As'ad
