PBAK UINSA 2026: Mahasiswa Baru Tanpa Almamater, UINSA Masih Tanpa Rektor Definitif

0
Gambar: LPM Qimah


Surabaya – Selasa (11/05), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) kembali menggelar Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026. Fakultas Adab dan Humaniora (FAHUM) turut melaksanakan rangkaian PBAK bagi sekitar 430 mahasiswa baru dari berbagai program studi.

Pelaksanaan PBAK tahun ini berlangsung di area depan venue FAHUM. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang sempat mengalami keterbatasan tempat, lokasi tersebut dinilai lebih mampu menampung mahasiswa baru sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan lebih leluasa. Hal ini menjadi salah satu perbaikan dari pelaksanaan PBAK sebelumnya.

Namun, di tengah perbaikan tersebut, persoalan almamater menjadi sorotan. Mahasiswa baru belum mendapatkan almamater dari pihak kampus sehingga mereka mengikuti rangkaian PBAK tanpa mengenakan identitas kampus.

Kondisi tersebut kemudian mendapat respons dari panitia Kampus 2. Seluruh panitia turut melepas almamater sebagai bentuk solidaritas dengan mahasiswa baru. Ersta Farsya Al’launa, selaku Ketua Pelaksana PBAK FAHUM, menyebut tindakan tersebut dilakukan agar panitia dan mahasiswa baru merasakan hal yang sama.

“Mahasiswa baru sekarang tidak menerima almamater, sehingga panitia kita imbau untuk tidak memakai almamater juga. Jadi kita sama rata,” ujar Ersta saat diwawancarai kru LPM Qimah.

Selain persoalan almamater, ketidakpastian kepemimpinan UINSA juga kembali menjadi sorotan dalam pembukaan PBAK tahun ini. Hingga pelaksanaan PBAK berlangsung, kampus masih belum memiliki rektor definitif. Pembukaan pada pagi hari pun hanya disambut oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UINSA. Kondisi ini kembali memperlihatkan bahwa di tengah momentum penyambutan mahasiswa baru, kepastian kepemimpinan kampus masih menjadi persoalan yang belum kunjung diselesaikan.

Meski demikian, mahasiswa baru tetap terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan. PBAK hari pertama berlangsung dengan cukup tertib dan menjadi awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik serta kehidupan kemahasiswaan di FAHUM UINSA.

Perbaikan venue menjadi langkah positif dalam pelaksanaan PBAK tahun ini. Namun, persoalan almamater dan ketidakpastian kepemimpinan kampus masih menjadi catatan di tengah penyambutan mahasiswa baru UINSA.

Penulis: Iwang Harianto

Penyunting: Zidan As'ad

Tags

Posting Komentar

0Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman anda! Learn More
Accept !