Penundaan Wisuda ke-115 UINSA: Simbiosis Mutualisme di Balik Ambang Birokrasi Kampus

0

Sumber: Pinterest

Kamis (9/7), ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya kini berada dalam ketidakpastian mendalam. Agenda wisuda ke-115 yang semula dijadwalkan akan dilaksanakan pada 25 Juli mendatang kini resmi ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan. Dalam nota dinas disebutkan penundaan berlaku sampai ada informasi lebih lanjut. Dampak paling fatal dari dinamika kepemimpinan di tingkat atas ini langsung memukul hak-hak akademis mahasiswa yang seharusnya sudah berhak menyandang gelar dan menerima ijazah.

Penundaan sepihak ini dikukuhkan melalui penerbitan Nota Dinas yang ditandatangani oleh Plt Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Ali Mudlofir. Dokumen internal tersebut memicu gelombang protes dan kritik tajam di lingkungan kampus lantaran tidak menyertakan alasan yang jelas, kuat, maupun rasional secara akademik mengapa agenda penting tersebut harus ditangguhkan. Penundaan wisuda yang terkesan mendadak ini merugikan mahasiswa secara materi dan waktu, serta merusak persiapan dan kepercayaan mahasiswa terutama bagi mereka yang membutuhkan ijazah untuk keperluan melamar pekerjaan, melanjutkan studi, atau keperluan lain.

Kondisi ini dipicu oleh mandeknya tata kelola birokrasi kampus. Akibat Kementerian Agama (Kemenag) RI belum melantik rektor dan masih mempertahankan status Pelaksana Tugas (Plt), jajaran rektorat, dekanat, yang merambah ke struktural jurusan dan program studi dinilai berjalan tanpa arah kebijakan yang jelas.

Keterlambatan penetapan rektor definitif oleh Kemenag dinilai sangat janggal. Jika merujuk pada linimasa resmi, proses pendaftaran bakal calon rektor UINSA telah resmi ditutup sejak Jumat, 9 Maret lalu. Seluruh berkas hasil penjaringan pun dilaporkan telah rampung dikirimkan ke Kemenag RI pada 9 April 2026. Namun, hingga berbulan-bulan setelah pengiriman berkas, SK pelantikan rektor definitif sengaja digantung, dan opsi Plt justru dipertahankan.

Macetnya keputusan administratif dan dikorbankannya agenda wisuda mahasiswa memicu spekulasi liar di ruang publik mengenai adanya motif politik praktis di bawah meja. Kampus yang seharusnya menjadi lembaga independen dan zona netral dari segala kepentingan personal-struktural, kini justru terseret dalam pusaran perebutan pengaruh eksternal.

Spekulasi ini kian menguat seiring munculnya wacana di sejumlah media massa nasional mengenai bursa kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Laporan dari detikcom Jatim sempat mengulas rekam jejak Menteri Agama RI saat ini, Nasaruddin Umar, yang dinilai berpotensi masuk dalam radar calon Ketua Umum PBNU. Senada, CNN Indonesia juga memuat pernyataan Sekretaris Jenderal PBNU yang merangkap sebagai Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), yang mengonfirmasi adanya peluang bagi Nasaruddin Umar untuk memimpin organisasi tersebut.

Meskipun masih berbentuk spekulasi, hubungan struktural ini melahirkan dugaan adanya gerakan strategis di belakang layar. Muncul analisis bahwa kebijakan menahan SK rektor definitif sengaja dirawat untuk mengunci loyalitas birokrasi kampus di daerah demi penggalangan modalitas menuju kontestasi PBNU. Di sisi lain, status Plt Rektor yang nasibnya bergantung penuh pada Kemenag rentan dijadikan alat tawar politik bagi figur internal yang berambisi mengamankan posisi untuk memimpin dua periode.

Hingga berita ini diturunkan, civitas akademika UINSA terutama para calon wisudawan yang dirugikan, masih menuntut penjelasan resmi dan rasional terkait penundaan wisuda 25 Juli melalui Nota Dinas Warek tersebut. Publik mendesak Kemenag RI untuk segera melantik rektor definitif sesuai hasil penjaringan demi menghentikan spekulasi politik, memulihkan birokrasi, dan mengembalikan fungsi kampus sebagai tempat yang netral dari kepentingan praktis. Hal lain yang harus dipertimbangkan, Senat Akademik UINSA maupun petinggi kampus lainnya harus mengambil tindakan tegas guna menyelesaikan masalah internal juga mengembalikan hak mahasiswa dengan memberikan kepastian mengenai tanggal wisuda yang ditangguhkan.

Penulis: Zidan As'ad

Tags

Posting Komentar

0Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman anda! Learn More
Accept !