Kita semua tahu bahwa media sosial seperti Instagram, facebook, dan tiktok adalah sarang dari berbagai macam informasi dan hiburan. Aktivitas yang ada di dalam jagat maya, sangat memudahkan netizen untuk menggali informasi yang ingin mereka dapatkan atau sebatas mencari hiburan di sela-sela hiruk pikuknya kehidupan. Meskipun dampak positif banyak dihasilkan di dunia kreatif, mudharat dan kemaksiatan tidak bisa dikesampingkan begitu saja.
Salah
satu da'iyah lokal bernama Aqidatul Izza, tampil sebagai pendakwah digital
melalui media sosial. Ia terus menebarkan berbagai dakwah positif tentang Islam
melalui pengalamannya dalam bersosial dan beragama. Eksistensinya melalui
konten kreatif menjadi salah satu lentera dakwah Islam modern untuk
mengantisipasi adanya degradasi moral.
Izza
adalah mahasiswa semester akhir di STID Mohammad Natsir asal Bengkulu. Kiat dalam dakwah digital mulai ia tekuni semenjak duduk di bangku akhir
SMK. Motivasi yang ia miliki kian menguat karena konten islami bertebaran di
beranda akun sosial media miliknya.
Ilmu keagaamaan yang Izza terima bersumber dari Pondok Pesantren Tahfiz
Al-Qur'an yang dijejakinya semasa kuliah. Disana ia memperdalam hafalan
Al-Qur'an yang sudah digeluti sedari SMK sebagai dasar dalam mempelajari
ilmu-ilmu Islam sebelum singgah di Akademi Dakwah Indonesia cabang Jawa
Tengah. Ketekunannya dalam dunia dakwah itulah yang mengantarkannya untuk
kuliah di kampus dengan latarbelakang Dakwah yang kuat.
Pada masa pendalaman dakwah di kampus tersebut, Ia mulai berdakwah
melalui media sosial sejak Juni 2025 dengan memanfaatkan platform Instagram,
TikTok, Facebook, dan YouTube. Awalnya, ia membuat konten parodi yang
mengangkat berbagai amalan Islam dan mendapat apresiasi positif dari para
netizen maupun orang terdekat karena dinilai kontennya sangat bermanfaat. Seiring
berjalannya waktu, ia mengembangkan kontennya dengan menyampaikan langsung ilmu
yang membahas amalan kebaikan dan perbuatan dosa, disertai dalil dari Al-Qur’an
dan hadis sebagai landasan pembelajarannya.
Konsisten di dunia dakwah membuat Izza kerap menerima undangan untuk mengisi
kajian dalam webinar. Tidak hanya berdakwah secara online, ia juga rutin terjun
langsung membawa misi dakwah IsIam dari kampus dalam mengayomi setiap majelis
ta'lim yang sudah menjalin hubungan dengan kampus untuk mengajar di setiap TPQ
dan pemateri pengajian jama'ah wanita.
"Sekarang saya sedang merintis dan masih berusaha untuk mengembangkan konten keislaman yang entah sampai kapan itu, insyaallah sampai selamanya, sampai selamanya untuk tetap berkecimpung di dunia internet menjadi konten kreator" tutur Izza.
Penulis: Rayhan Faza
Penyuting: Zidan As'ad