Novel Islami: Cinta dalam Ikhlas

0

 


Sumber: Bukukita.com

A.     Ringkasan Cerita

Cerita ini bermula tentang seorang lelaki bernama Athar yang tidak mempunyai ayah ketika umurnya masih menginjak 5 tahun. Setelah kejadian tersebut, keluarganya hanya tersisa 4 orang, yaitu; ibunya, dua kakak, serta adiknya yang masih kecil. Kakak pertamanya adalah seorang perempuan bernama Rani, kakak keduanya seorang laki-laki bernama Risky, sedangkan adik perempuannya bernama Tiara. Tak lama setelah kepergian ayahnya, kakak pertamanya meninggal saat sedang mengandung kedua anaknya. Kesedihan menyelimuti mereka karena tak disangka kejadian itu terjadi secara cepat.

Kemudian, tibalah saat dimana Athar masuk kelas 2 SMP. Di SMP, ia bergabung dengan band yang ada di sekolahnya. Band tersebut bernama Endelwes yang terdiri dari beberapa teman Athar yang Ia percayai jago dalam  bidangnya. Singkat cerita, semua teman di kelasnya banyak memiliki pacar sedangkan dia jomlo. Tiba-tiba ada niat dihatinya untuk mendekati banyak perempuan. Akan tetapi Ia merasa kebanyakan perempuan yang dekatinya selalu tidak cocok hingga berakhir putus.

Beberapa tahun kemudian, Athar menginjakkan kakinya di SMA. Pada saat tersebut mata dan hatinya tertuju pada seorang perempuan cantik. Ia merasa tertarik dengannya. Perempuan tersebut bernama Ara. Demi mengetahui sosok perempuan tersebut, ia rela mencari beberapa informasi dari teman-temannya. Ternyata setelah dicari tahu, Ara adalah sosok perempuan yang religius. Berhubung Athar adalah anak band yang berposisi sebagai vokalis, tibalah keinginannya untuk melanjutkan band tersebut di SMA.

Anak band sendiri biasanya terkenal kucel dan kebetulan Athar ini anak yang malas semasa SMP. Ketika Athar melihat sesosok Ara, Ia yang tadinya malas dan nakal tiba-tiba termotivasi ingin menjadi lebih baik demi mendapatkan pujaan hatinya. Hal tersebut didukung oleh sahabatnya Mamat. Hal-hal positif mulai dari menjadi murid yang aktif di kelas serta mengikuti ekstrakurikuler rohis mulai diajarkan kepada Athar. Apa yang Ia lakukan tersebut ternyata berbuah manis pada akhirnya.

Suatu waktu, ketika hari kelulusan tiba, akhirnya ia berani mengungkapkan perasaannya pada Ara. Namun, jawaban yang didapatkan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Ia dan Ara berpisah untuk melanjutkan Pendidikan mereka masing-masing. Ara berkuliah di Jakarta, sedangkan Athar berkuliah di Bandung. Dengan berbagai keterbatasan ekonomi, Athar pantang menyerah demi mencapai impiannya. Di Bandung Ia berniat untuk kuliah serta bekerja. Ada waktu di mana ketika ia sedang di dalam bis, ia bertemu dengan seorang lelaki tua bernama Pak Farhan yang berwajah teduh. Ia berbincang lama dengan Athar, hingga saat percakapan berakhir ia disuruh untuk mampir ke kiosnya yang menjual berbagai baju serta kerudung syar’i.

Setelah kejadian tersebut tibalah Athar dikota Bandung, Ia bertemu dengan dua orang baik bernama Kang Zein dan Mas Eko yang mengajarkannya banyak hal tentang bisnis. Selama di Bandung ia berkuliah dengan aktif seperti ketika ia duduk di bangku SMA. Ia juga menyelingi kuliahnya dengan berdagang stiker dan gantungan kunci. Ia melakukan semuanya dengan semangat.

Pada suatu ketika dia dihadapkan dengan sebuah alamat kios yang ditunjukkan oleh Pak Farhan dan dipertemukanlah keduanya di kios tersebut. Pak Farhan ternyata memiliki Putri bernama Salsabila. Singkat cerita beliau menawarkan Athar agar bisa membantu mengelola kiosnya tersebut. Permintaan tersebut diterima, diikuti permohonan Athar kepada Pak Farhan agar Kang Zein juga ikut bekerja. Maka diterimalah mereka.

Selang beberapa waktu, tibalah waktu dicmana Pak Farhan ingin menikahkan putrinya dengan Athar, akan tetapi dilain sisi Kang Zein pernah berkata jikalau ia juga ingin menikahi putri Pak Farhan yang bernama Salsabila itu. Ia dihadapkan dengan pilihan yang sulit. Semua hal tersebut terbayang dikepalanya, sehingga ia tidak kuat lagi dan segera meminta pertolongan kepada Allah melalui istikharah dalam bentuk salat. Seusai sholat ia mendapatkan sebuah jawaban.

Tibalah ketika di sebuah rumah sakit yang mana Pak Farhan jatuh sakit setelah mendengarkan perkataan Athar yang menolak permintaannya untuk menikah dengan putrinya, tiba-tiba menjadi berubah seketika. Segera dinikahkanlah langsung putrinya tersebut dengan Kang Zein oleh Pak Farhan ketika dirumah sakit. Athar yang melihat hal tersebut sontak merasa sangat bahagia. Ia yang sebelumnya telah bertemu dengan Ara yang mana jawabannya ketika bertemu ternyata Ara mau menerima ajakannya untuk menikah, dan Ara yang mengirim sebuah pesan yang mana jikalau Athar sudah siap segeralah datang kerumahnya. Setelah kejadian tersebut ia langsung datang ke rumah Ara untuk bertemu Bapaknya dan ternyata jawaban bapaknya memuaskan. Ia diperbolehkan untuk menikah dengan putrinya, Ara, gadis yang dinanti-nantikannya sewaktu dia SMA. Pada akhirnya cerita ini berakhir dengan sebuah kebahagiaan yang tiada tandingnya.

 

B. B. Analisis Nilai Keislaman

Dalam novel yang saya baca terdapat banyak sekali contoh nilai-nilai keislaman yang ditunjukkan. Berikut beberapa nilai Islam yang ada dalam novel “Cinta dalam Ikhlas”:


1.     
Nilai Akidah

Ditunjukkan saat Mama Athar tetap percaya jika musibah itu terjadi karena ada sebuah alasan. Beliau mengajarkan pada Athar untuk tetap berbaik sangka terhadap Allah SWT.

2.      Nilai Syari'ah

Ditunjukkan oleh Athar yang mengikuti ekstra rohis, selalu berdoa, dan melakukan sholat-sholat wajib serta sunnah.

3.      Nilai Akhlak

Ditunjukkan oleh tokoh utama Athar yang selalu bersyukur, sabar, dan ikhlas menerima segala ujian dan sesuatu yang terjadi serta kebaikan dan kerendahan hatinya kepada orang-orang terdekat yang pernah membantunya disaat ia dalam sebuah kesulitan.


C. C. Kelebihan dan Kekurangan

Novel ini hadir dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti serta alur yang mengalir rapi, diperkuat oleh karakter yang mengalami perkembangan nyata dan nilai keislaman yang tersampaikan secara halus tanpa kesan menggurui. Namun, di balik kelebihan tersebut, terdapat bagian cerita yang terasa bertele-tele dan plot yang cenderung mudah ditebak, hingga akhirnya ditutup dengan ending yang menggantung bagi pembaca.

D. Relevansi dengan Kehidupan Masa Kini

1.   Perubahan Karakter

Masa lalu seseorang tidak dapat disamakan dengan masa depannya,  setiap orang punya kesempatan untuk bertumbuh, berkembang, dan berubah.

2.   Kesabaran dan Ketangguhan

Tidak menyalahkan keadaan namun justru bangkit untuk menghadapi banyaknya kenyataan-kenyataan pahit yang banyak tidak sesuai dengan keinginan kita.

3. Perjuangan untuk Hidup Mandiri

Banyak kalangan mahsasiswa saat ini menjalankan pekerjaan sampingan demi membayar UKT.


Penulis: Cikka Esa Karunia
Penyunting: Zidan As'ad

Tags

Posting Komentar

0Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman anda! Learn More
Accept !