Aksi Lanjutan Mahasiswa UINSA Berlangsung Kondusif, Pertemuan dengan Rektor Belum Dipastikan

0

Gambar: LPM Qimah

Aksi lanjutan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) kembali digelar pada Kamis (17/9). Aksi berlangsung relatif kondusif dibandingkan aksi sebelumnya. Namun, hingga aksi berakhir, belum ada kepastian mengenai waktu pertemuan langsung antara mahasiswa dan Rektor UINSA, Akh. Muzakki.

Sekitar pukul 11.00 WIB, sejumlah mahasiswa memasuki Gedung Rektorat dan menggelar forum bersama pihak Kemahasiswaan. Dalam forum tersebut, mahasiswa meminta kejelasan mengenai waktu pertemuan dengan Rektor. Pertemuan tersebut menjadi salah satu tuntutan utama yang disuarakan mahasiswa dalam aksi lanjutan kali ini.

Mahasiswa juga sempat meminta pihak Kemahasiswaan untuk menghubungi Rektor secara langsung. Mochamad Farid Syihabuddin selaku Ketua tim Bidang Kemahasiswaan dan Alumni mengatakan pihaknya tengah mengupayakan pertemuan antara Rektor dan mahasiswa. Namun, ia belum dapat memastikan waktu pertemuan karena masih perlu berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Untuk menyelesaikan masalah kan harus dipertemukan semua pihaknya. Jadi, kami akan cari waktu, berusaha untuk mempertemukan antara Pak Rektor yang baru dilantik dengan teman-teman yang memang menyuarakan aspirasinya,” ujar Farid.

Farid juga menjelaskan, Muzakki saat ini masih berada di luar kota karena mendampingi sejumlah pimpinan. Pihak Kemahasiswaan, kata dia, akan berkoordinasi dengan pimpinan agar dengan mahasiswa dapat segera terlaksana.

Terkait permintaan mahasiswa untuk menghubungi Rektor secara langsung, pak Farid mengatakan dirinya masih berada dalam struktur di bawah pimpinan sehingga perlu melakukan koordinasi terlebih dahulu.

“Saya hanya berusaha, habis ini saya akan berkoordinasi dengan pimpinan dan semuanya supaya dikoordinasikan dengan Pak Rektor,” jelasnya.

Aparat Sempat Masuk Kampus 

Fi tengah berlangsungnya aksi, aparat kepolisian sempat memasuki area kampus. Farid mengatakan pihak kampus sebelumnya telah berkoordinasi dengan aparat agar personel berseragam tidak masuk ke area aksi. Menurutnya, keberadaan aparat berseragam di tengah massa berpotensi memicu ketegangan.

“Saya hanya minta tolong, mohon yang berseragam jangan masuk. Karena kalau berseragam masuk, itu malah memicu kemarahan teman-teman,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi keamanan kampus, salah satu petugas keamanan berinisial S mengatakan pihaknya berupaya menghadapi aksi dengan tenang dan tidak terbawa emosi. Menurutnya, komunikasi antara petugas keamanan dan mahasiswa diperlukan untuk menjaga situasi tetap kondusif.

“Saling merangkul, ya. Kita juga dari tim keamanan butuh juga adik-adik mahasiswa, adik-adik mahasiswa juga tetap butuh kita,” kata S.

Penutupan gerbang dan penyegelan akses menuju Gedung Rektorat juga menjadi bagian dari aksi. Penutupan tersebut dilakukan atas permintaan mahasiswa. Pihak keamanan kemudian mengikuti permintaan tersebut selama tidak terjadi tindakan perusakan.

“Yang penting tadi, pesan saya, jangan sampai ada perusakan,” tegasnya.

S mengapresiasi jalannya aksi hari ini. Ia menilai mahasiswa dapat menyampaikan aspirasi dengan tetap menjaga kondisi kampus agar tetap kondusif.

Mahasiswa Tetap Tuntut Pertemuan dengan Rektor

Koordinator lapangan aksi berinisial H dari Fakultas Ushuluddin mengatakan mahasiswa tetap membawa tuntutan agar Muzakki menemui mereka secara langsung. Ia menyebut sekitar 200 mahasiswa mengikuti aksi tersebut.

Namun, aksi juga sempat diwarnai dugaan perusakan fasilitas kampus. H mengatakan pihak massa tidak membenarkan tindakan tersebut. Ia juga menyebut pihaknya telah mengetahui mahasiswa yang diduga terlibat dan persoalan tersebut telah diserahkan kepada pihak yang berwajib.

“Kalau dari kami melakukan aksi lanjutan ini, kami tetap menjamin kesterilan tempat tanpa adanya perusakan lingkungan,” ujar H.

Di akhir aksi, Farid berharap persoalan antara mahasiswa dan pihak kampus dapat segera menemukan jalan keluar sehingga aktivitas perkuliahan dan pelayanan kampus dapat kembali berjalan dengan nyaman.

“Harapan kami ya cuma satu: segera selesai, semua masalah semoga segera ada solusinya,” pungkasnya.

Hingga aksi berakhir, belum terdapat kepastian mengenai waktu pertemuan antara Prof. Muzakki dan mahasiswa. Pihak Kemahasiswaan menyatakan akan terus mengupayakan pertemuan tersebut melalui koordinasi dengan pimpinan.

Reporter: Husnul Khotimah

Penulis: Usi Al Falach

Penyunting: Zidan As'ad 

Tags

Posting Komentar

0Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman anda! Learn More
Accept !