Rangkaian kegiatan
diawali dengan sesi wawancara untuk menggali motivasi dan potensi diri
mahasiswa yang dipandu oleh senior Duta Fahum. “Salah satu alasan saya
mengikuti tes ini adalah untuk melatih skil komunikasi dan sebabagi sarana pengembangan
diri,” ungkap Mamat, salah satu peserta.
Selepas sesi
wawancara, kemeriahan suasana semakin bertambah dengan adanya pertunjukan bakat
di depan juri yang terdiri dari dua dosen profesional Fakultas Adab dan Humaniora.
Penampilan yang beragam, mulai dari pembacaan puisi, storrytelling, bernyanyi
dan lain sebagainya, menambah antusiasme peserta yang mengikuti acara.
Mamat
menambahkan bahwa meski ia sempat diliputi rasa gugup, ia dan peserta lainnya
tetap berusaha untuk menunjukkan peforma terbaik. “Acaranya keren, seru, dan
penampilan teman-teman yang lain juga luar biasa,” imbuhnya.
Ahmad Ilham
Firmansyah yang menjadi penanggung jawab acara, menceritakan beberapa kendala yang
menyertai persiapan teksnis acara. Miskomunikasi antara panitia yang diambil
dari Paguyuban Duta FAHUM dan DEMA FAHUM menimbulkan koordinasi yang kurang
baik sehingga menyebabkan kurangnya pemerataan jobdesk antar panitia. Selain itu, kendala klasik di UINSA seperti
kemoloran acara dan peminjaman ruangan yang ribet juga menjadi tantangan yang
masih sering muncul sebagaimana yang didapati dalam acara ini. Jalur keunangan yang belum mendapatkan kepastian dari pihak dekanat juga menjadi PR utama dalam hal pendanaan.
Kendala-kendala
yang ada tidak mengganggu harmonisasi acara. Bahkan, acara ini bisa dikatakan
lebih meriah dari Pemilihan Duta FAHUM periode sebelumnya. Ilham mengatakan
bahwa adanya sesi interview dan penampilan bakat yang dilaksanakan luring pada rangkaian acara Duta FAHUM tahun ini, menjadikan acara ini tidak monoton, lebih meriah, dan sukses meningkatkan
antusiasme peserta acara.
Tahun ini,
serangkaian acara pemilihan Duta FAHUM dimulai dari tahapan seleksi administrasi
yang diikuti oleh 20 peserta. Satu peserta yang tidak lolos dalam seleki
administrasi, otomatis tereliminasi dan tidak bisa mengikuti technical meeting
dan tahapan kedua yang rampung di gelar hari ini. Selanjutnya, dua belas peserta terpilih yang lolos dalam tahap kedua, akan masuk ke babak Grand Final yang akan digelar pada Mei mendatang.
Meskipun dinaungi DEMA, panitia mengharapkan paguyuban ini bisa mendapatkan kejelasan status dari pihak dekanat untuk memudahkan mereka dalam mengadakan kegiatan. Ilham juga berharap, enam putra-putri FAHUM yang nantinya terpilih untuk memakai selempang duta, mampu menjaga marwah serta nama baik paguyuban dan mampu melaksanakan amanahnya dengan sebaik mungkin sebagai representasi mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora.