Sumber: Dok. Panitia
Dinamika pemilihan rektor di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya kembali menjadi perhatian sivitas akademika. Lebih dari sepuluh nama akademisi tercatat telah mendaftarkan diri dalam proses penjaringan calon rektor untuk periode kepemimpinan mendatang pada Jum'at (6/3).
Selain menginput beberapa nama baru dalam yang terdaftar, proses ini juga menghadirkan sejumlah figur yang tidak asing di lingkungan kampus. Rektor saat ini, Prof. Akh. Muzakki, tercatat mengikuti bursa pemilihan. Selain itu, Prof. Masdar Hilmy yang juga pernah menyandang gelar rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya kembali masuk dalam daftar kandidat yang akan bersaing dalam proses seleksi.
Di tengah banyaknya nama yang muncul, perhatian sejumlah kalangan akademisi juga tertuju pada Prof. Mohammad Kurjum. Akademisi yang pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Adab dan Humaniora tersebut dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam dunia akademik di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Selama menjabat sebagai dekan, Prof. Mohammad Kurjum dikenal aktif mendorong penguatan tradisi akademik dan pengembangan keilmuan di lingkungan fakultas. Berbagai program penguatan riset dan kegiatan akademik di tingkat fakultas menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan tinggi.
Beberapa tahun lalu, Prof. Mohammad Kurjum kembali menjalankan tugas sebagai dosen biasa setelah sebelumnya memimpin fakultas. Namun bagi sebagian kalangan, pengalaman tersebut justru memperlihatkan konsistensinya sebagai akademisi yang tetap aktif dalam pengajaran dan pengembangan keilmuan.
“Kampus membutuhkan pemimpin yang memahami dinamika akademik secara utuh, baik di level manajerial maupun di ruang kelas,” ujar Ahmad (bukan nama sebenarnya) yang juga mengikuti perkembangan proses pemilihan rektor.
Kehadiran figur-figur yang memiliki latar belakang kepemimpinan dan pengalaman akademik yang kuat membuat proses pemilihan rektor kali ini dipandang sebagai momentum penting bagi arah masa depan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Seiring dengan berjalannya tahapan penjaringan, sivitas akademika berharap proses ini dapat menghasilkan pemimpin yang mampu memperkuat reputasi akademik kampus sekaligus menjaga tradisi intelektual yang telah lama berkembang di lingkungan universitas
Dinamika pemilihan rektor di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya kembali menjadi perhatian sivitas akademika. Lebih dari sepuluh nama akademisi tercatat telah mendaftarkan diri dalam proses penjaringan calon rektor untuk periode kepemimpinan mendatang.
Selain menginput nama baru dalam yang terdaftar, proses ini juga menghadirkan sejumlah figur yang tidak asing di lingkungan kampus. Rektor saat ini, Prof. Akh. Muzakki, tercatat kembali mengikuti bursa pemilihan. Selain itu, Prof. Masdar Hilmy yang juga pernah menyandang gelar rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya kembali masuk dalam daftar kandidat yang akan bersaing dalam proses seleksi.
Di tengah banyaknya nama yang muncul, perhatian sejumlah kalangan akademisi juga tertuju pada Prof. Mohammad Kurjum. Akademisi yang pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Adab dan Humaniora tersebut dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam dunia akademik di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Selama menjabat sebagai dekan, Prof. Mohammad Kurjum dikenal aktif mendorong penguatan tradisi akademik dan pengembangan keilmuan di lingkungan fakultas. Berbagai program penguatan riset dan kegiatan akademik di tingkat fakultas menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan tinggi.
Beberapa tahun lalu, Prof. Mohammad Kurjum kembali menjalankan tugas sebagai dosen biasa setelah sebelumnya memimpin fakultas. Namun bagi sebagian kalangan, pengalaman tersebut justru memperlihatkan konsistensinya sebagai akademisi yang tetap aktif dalam pengajaran dan pengembangan keilmuan.
“Kampus membutuhkan pemimpin yang memahami dinamika akademik secara utuh, baik di level manajerial maupun di ruang kelas,” ujar Ahmad (bukan nama sebenarnya) yang juga mengikuti perkembangan proses pemilihan rektor.
Kehadiran figur-figur yang memiliki latar belakang kepemimpinan dan pengalaman akademik yang kuat membuat proses pemilihan rektor kali ini dipandang sebagai momentum penting bagi arah masa depan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Seiring dengan berjalannya tahapan penjaringan, sivitas akademika berharap proses ini dapat menghasilkan pemimpin yang mampu memperkuat reputasi akademik kampus sekaligus menjaga tradisi intelektual yang telah lama berkembang di lingkungan universitas
Dinamika pemilihan rektor di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya kembali menjadi perhatian sivitas akademika. Lebih dari sepuluh nama akademisi tercatat telah mendaftarkan diri dalam proses penjaringan calon rektor untuk periode kepemimpinan mendatang.
Selain menginput nama baru dalam yang terdaftar, proses ini juga menghadirkan sejumlah figur yang tidak asing di lingkungan kampus. Rektor saat ini, Prof. Akh. Muzakki, tercatat kembali mengikuti bursa pemilihan. Selain itu, Prof. Masdar Hilmy yang juga pernah menyandang gelar rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya kembali masuk dalam daftar kandidat yang akan bersaing dalam proses seleksi.
Di tengah banyaknya nama yang muncul, perhatian sejumlah kalangan akademisi juga tertuju pada Prof. Mohammad Kurjum. Akademisi yang pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Adab dan Humaniora tersebut dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam dunia akademik di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Selama menjabat sebagai dekan, Prof. Mohammad Kurjum dikenal aktif mendorong penguatan tradisi akademik dan pengembangan keilmuan di lingkungan fakultas. Berbagai program penguatan riset dan kegiatan akademik di tingkat fakultas menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan tinggi.
Beberapa tahun lalu, Prof. Mohammad Kurjum kembali menjalankan tugas sebagai dosen biasa setelah sebelumnya memimpin fakultas. Namun bagi sebagian kalangan, pengalaman tersebut justru memperlihatkan konsistensinya sebagai akademisi yang tetap aktif dalam pengajaran dan pengembangan keilmuan.
“Kampus membutuhkan pemimpin yang memahami dinamika akademik secara utuh, baik di level manajerial maupun di ruang kelas,” ujar Ahmad (bukan nama sebenarnya) yang juga mengikuti perkembangan proses pemilihan rektor.
Kehadiran figur-figur yang memiliki latar belakang kepemimpinan dan pengalaman akademik yang kuat membuat proses pemilihan rektor kali ini dipandang sebagai momentum penting bagi arah masa depan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Seiring dengan berjalannya tahapan penjaringan, sivitas akademika berharap proses ini dapat menghasilkan pemimpin yang mampu memperkuat reputasi akademik kampus sekaligus menjaga tradisi intelektual yang telah lama berkembang di lingkungan universitas.
Penulis: Iwang Harianto
Penyunting Zidan As’ad