Surabaya—Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) merayakan Dies Natalis ke-50 pada hari Selasa (25/11) dan Rabu (26/11). Bertempat di lobi depan Fakultas Adab dan Humaniora (FAHUM) UINSA Kampus Gunung Anyar. Acara yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga pukul 17.00 WIB ini menghadirkan suasana meriah dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi.
Ketua Himpunan Mahasiswa (Kahim) SPI menyampaikan bahwa seluruh rangkaian Dies Natalis tahun ini berjalan lancar. Rangakaian tersebut terdiri dari tiga agenda utama, yaitu musabaqah, seminar nasional, dan gebyar yang menghadirkan berbagai penampilan kreatif mahasiswa.
“Acara ini dihadiri mahasiswa dari berbagai prodi, khususnya di area stand yang tidak hanya diikuti oleh SPI saja,” ujar Kahim SPI. Ia menegaskan bahwa perayaan ini terbuka bagi seluruh mahasiswa di lingkungan fakultas dan kampus.
Persiapan acara telah dilakukan sejak satu bulan sebelumnya. Meski sempat mengalami kendala cuaca karena hujan, kegiatan tetap dapat berlangsung dengan baik.
“Hujan sempat turun, tapi alhamdulillah reda di tengah-tengah acara,” ujar Cak Najih, selaku ketua pelaksana
Ia juga menyampaikan harapan agar SPI semakin maju dan berkembang, serta menyadari bahwa Prodi ini telah mencapai usia setengah abad. Selain itu, ia menambahkan bahwa panitia sengaja mengundang UKM Ishad, Moesad, dan Sabda agar mereka memiliki kesempatan tampil dan menunjukkan bakat dalam event besar seperti Dies Natalis.
Salah satu peserta yang diwawancarai menyebut bahwa acara Dies Natalis SPI sangat seru dan menyenangkan. Cuaca mendung justru dinilai mendukung, apalagi diiringi musik yang menambah suasana meriah.
“Ramai banget, apalagi ada stand bazar juga. Acaranya seru dan musiknya bagus,” ucap salah satu peserta.
Dies Natalis ke-50 ini menjadi momentum penting bagi Prodi SPI dalam memperkuat solidaritas dan kreativitas mahasiswa. Perayaan ini sekaligus menjadi refleksi perjalanan panjang SPI selama setengah abad dalam membangun karakter dan kualitas akademik mahasiswa.
Penulis: Husnul Khotimah
Editor: Alfil Laeli
